Kandungan Gizi pada Air Susu Ibu (ASI)
Ragam zat gizi dan komponen bioaktif dalam ASI, dari karbohidrat hingga komponen imunologis.
Kandungan gizi pada Air Susu Ibu (ASI) adalah seluruh zat gizi dan komponen bioaktif yang secara alami terdapat dalam ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan, serta melindungi kesehatan bayi. ASI mengandung komposisi gizi yang lengkap dan seimbang, meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air, enzim, hormon, faktor pertumbuhan, serta komponen imunologis seperti imunoglobulin dan Human Milk Oligosaccharides (HMOs). Kandungan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada setiap tahap pertumbuhan sehingga mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.
Karbohidrat (Laktosa)
- Laktosa merupakan karbohidrat utama dalam ASI.
- Berfungsi sebagai sumber energi utama bagi bayi.
- Membantu penyerapan kalsium dan mendukung pertumbuhan bakteri baik (Lactobacillus) di usus.
- Berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf.
Protein
ASI mengandung protein yang mudah dicerna, terdiri dari:
- Whey (Β±60β70%) β mudah diserap dan mengandung protein imun seperti laktoferin, lisozim, dan imunoglobulin.
- Kasein (Β±30β40%) β membantu pertumbuhan jaringan tubuh dan pembentukan tulang.
Protein ASI mendukung pertumbuhan, perkembangan organ, dan meningkatkan daya tahan tubuh bayi.
Lemak
Merupakan sumber energi terbesar dalam ASI (sekitar 45β55% kebutuhan energi bayi). Mengandung asam lemak esensial seperti DHA (Docosahexaenoic Acid), ARA (Arachidonic Acid), Omega-3, dan Omega-6, yang berperan dalam perkembangan otak, retina mata, dan sistem saraf.
Vitamin
ASI mengandung berbagai vitamin yang diperlukan bayi, antara lain:
- Vitamin A β menjaga kesehatan mata dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Vitamin D β membantu penyerapan kalsium dan kesehatan tulang.
- Vitamin E β sebagai antioksidan.
- Vitamin K β membantu proses pembekuan darah.
- Vitamin C β meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.
- Vitamin B kompleks β mendukung metabolisme dan fungsi saraf.
Mineral
Walaupun jumlahnya tidak sebanyak susu formula, mineral dalam ASI memiliki daya serap yang sangat tinggi, meliputi kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng (zinc), zat besi, tembaga, dan selenium.
Air
- Sekitar 87% ASI terdiri dari air.
- Mencukupi kebutuhan cairan bayi hingga usia 6 bulan sehingga bayi tidak memerlukan tambahan air putih selama mendapat ASI eksklusif.
Komponen Imunologis
ASI mengandung berbagai zat pelindung, seperti Imunoglobulin A (IgA), laktoferin, lisozim, sel darah putih (leukosit), sitokin, dan oligosakarida ASI (Human Milk Oligosaccharides/HMOs). Komponen ini membantu melindungi bayi dari infeksi saluran cerna, infeksi saluran napas, alergi, dan berbagai penyakit lainnya.
Enzim dan Hormon
ASI juga mengandung berbagai enzim dan hormon, antara lain lipase (membantu pencernaan lemak), amilase (membantu pencernaan karbohidrat), leptin dan adiponektin (mengatur metabolisme dan nafsu makan), serta faktor pertumbuhan (growth factors) yang mendukung pematangan usus dan perkembangan organ.